Pemulutan ada banyak sejarah dan tradisi yang perlu untuk diketahui, karena tidak sedikit berita/budaya tentang Pemulutan di perbincangkan, baik di kancah regional, kabupaten, kotamadya, propinsi bahkan nasional. Maka, bertolak dari semua pemikiran tersebut, ada baiknya kita semua mengetahui khabar tentang Pemulutan ini, mulai dari historisnya, masyarakatnya, budaya dan lain-lain.
Berikut ini merupakan sebagian kecil dari cultures yang ada di Pemulutan:
- Budaya: Dul Muluk, Lelang, Bangsawan, Pantun Bersambut dengan bahasa Pemulutan, Lomba Perahu Bidar.
- Makanan: Iwak perek, bekasem, Pempek Nasi, Kue Sagon, Kue Satu, Kue Gunjing
- Adat: Jika anak kedua menikah lebih awal daripada anak pertama, maka harus ada pelangkahnya (sebagai syarat boleh mendahului anak pertama), bisa berupa benda ataupun uang.
- Bahasa: bahasa Melayu yang sudah dimodifikasi (iya = ye, kenapa = ngape, siapa = siape, menurut = uji, tidak = dek, enggan = malek, berselimut dengan kain = okop-okop)
- dll,,,
Karena tradisi dan tempat-tempat itulah pada tahun 2000-an, Pemulutan semakin ramai dikunjungi oleh pendatang-pendatang baik dari kota, kabupaten, propinsi bahkan negara untuk berkunjung dan mempelajari ke-eksotisan Pemulutan. Seperti acara "Panji Si Petualang" yang melakukan stting lokasi shooting dengan setting menangkap seekor predator, MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) tingkat Kabupaten Ogan Ilir pada 2010, dan masih banyak acara-acara yang lain.
So, buat temen-temen yg sudah bosan melihat gedung-gedung yang mencakar langit. Pemulutan bisa dijadikan sebagai tempat untuk anda berwisata....



permisi saya roby dari palembang mau bertanya tentang iwak perek. arti iwak perek apa si, dan kalau boleh tau asal usulnya iwak perek itu dibuat karena apa. trimakasih
BalasHapus